Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Januari 2014
Meraup Berkah dari Penyelenggaraan SEA Games
SEA Games XXVI yang akan digelar pada 11 November 2011 di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), tidak hanya menjadi ajang persaingan para atlet negara-negara di Asia Tenggara, tetapi juga para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bahkan, persaingan tersebut tidak hanya terjadi antar pelaku UMKM loka] Sumsel, tetapi juga pelaku UMKM Tanah Air dan luar negeri.
Saat ini, Pemerintah Sumsel menerima lebih dari 600 UKM dalam negeri sena 25 UKM asing, antara lain dari lerman, China, Singapura, dan Jepang, untuk meramaikan SEA Games XXVI. Pada ajang SEA Games nanti, kesemua pelaku UKM itu akan memamerkan produk-produk unggulan mereka. Menurut Kepala Dinas Kope-rasi dan UKM Provinsi Sumsel Abdul Shobur, untuk menguji kualitas produk-produk UKM yang a-kan meramaikan SEA Games tahun ini, pihaknya berencana menggelar Expo dan Pameran Sriwijaya Internasional serta pameran produk UKM SEA Games.
"Saat ini seluruh provinsi sudah menyatakan ikut serta. Selain itu ada pula sekitar 25 UKM asing, baik dari Asia Pasifik maupun Asia Timur, termasuk juga dari Eropa," papar Shobur, di Palembang, beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan melalui kegiatan itu diharapkan produk-produk dari pelaku UMKM lokal dapat bersaing dengan UKM dari luar negeri, baik dari sisi kemasan maupun pemasaran. "Saya optimistis para pelaku UMKM Sumsel bisa bersaing dengan pelaku UKM luar karena kami te-lah melakukan persiapan serta memunyai produk-produk khas, seperti pempek, kerupuk, dan songket," kata Shobur.
Dalam acara ekspo dan pameran tersebut, bakal ditampilkan aneka kerajinan serta ragam kuliner dari tiap-tiap daerah.
Lebih lanjut, Shobur menu-turkan pelaksanaan ekspo yang bersamaan dengan ajang SEA Games serta lokasi yang berdekatan dengan area penyelenggaraan berbagai pertandingan olah raga itu merupakan tantangan sekaligus kesempatan baik bagi para pelaku UMKM. Dikatakan peluang, kata Shobur, karena dengan banyaknya ajang berskala nasional dan internasional, produk-produk dari Sumsel bisa lebih dikenal, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Hal tersebut tentu saja menguntungkan, mengingat selama ini Sumsel tidak dikenal sebagai daerah tujuan wisata. "Untuk itu, para pelaku UMKM harus selalu meningkatkan kemampuan manajemen, kualitas produk, sena strategi pemasaran untuk menarik konsumen," ujar dia.
Terkait strategi pemasaranyang diterapkan para pelaku UMKM, Ulia, pengelola UKM Center Sumsel, mengatakan pihaknya terus-menerus melakukan pembinaan. Saat ini UKM Center telah membina 140 pelaku UMKM di bidang teknologi pemasaran.
"Banyak pelaku UMKM yang belum mengenal teknologi Internet, namun alhamdulillah, saat ini sudah ada sekitar 140 pelaku dapat memanfaatkan teknologi tersebut sebagai sarana promosi," ujar Ulia.
Lebih lanjut, dia mengatakan selain memberikan edukasi tentang teknologi Internet, UKM Center memberi bantuan pemasangan jaringan komunikasi bagi para pelaku UMKM tanpa dipungut bayaran. Hal itu diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM lokal menghadapi persaingan global.
Minggu, 22 Desember 2013
Belajar dari kesuksesan bisnis tempe Super Dangsul
Tempe merupakan salah satu makanan pokok yang di gemari oleh masyarakat, permintaan terhadap tempe selalu tinggi setiap hari karena jenis makanan ini cenderung murah bisa di masak dengan enak dan bergizi tinggi. Tempe seolah menjadi primadona makanan masyarakat semua kalangan. Jika Anda tertarik untuk menekuni bisnis tempe maka Anda bisa mencoba untuk belajar dari jejak kesuksesan pebisnis tempe yang memiliki nama Super Dangsung asal kota Yogyakarta.
Seperti di lansir dari ciputra entrepreneurship tempe Super Dangsul merupakan sebuah tempe hasil kreasi seorang pengusaha bernama Viska Syahrul. Syahrul merupakan seorang pengusaha berumur 37 tahun lulusan Teknik Mesin UMY, sesuai dengan latar belakangnya awalnya Syahrul membuka usaha cor aluminium yang sudah di kembangkannya sejak masih berada di bangku SMA.

Namun setelah sekian lama di tekuni bisnis ini malah mendapati kerugian akibat ongkos produksi yang tidak sebanding dengan pendapatan yang bisa di peroleh. Akhirnya bisnisnya pun harus gulung tikar, setelah usah cor alumuniumnya tutup lalu kemudian Syahrul mulai memikirkan jenis usaha lain. Jenis usaha makanan menjadi pilihan Syahrul karena makanan merupakan kebutuhan manusia sehari-hari sehingga permintaan akan selalu ada.
Maka mulai lah Syahrul merintis bisnis tempe, bisnis tempe Syahrul awalnya hanya menjual tempe milik kerabatnya yang di jual pasar. Setelah sekian lama berjualan tempe milik orang lain di pasar hingga memiliki karyawan, Syahrul masih juga belum puas. Hingga akhirnya kemudian ia memberanikan diri untuk mencoba memproduksi tempe hasil kreasinya sendiri
Namun karena Syahrul tidak memiliki keahlian yang cukup dalam membuat tempe maka ia pun mulai meluangkan waktunya selama tiga bulan untuk mencoba membuat tempe yang bagus. Perjuangannya berbuah hasil, tempe yang di hasilkan memiliki rasa yang enak, berkualitas tinggi, tanpa bahan pengawet dan memiliki warna yang kuning cerah menggoda saat di goreng. Inilah awal mula lahirnya produk tempe super Super Dangsul.
Dengan jaringannya kemudian tempe Super Dangsul bisa di terima dengan baik dan mencetak keuntungan yang besar, hingga saat ini Syahrul sudah memiliki 19 pekerja dan 35 sales dan omzet mencapai 12 juta perhari. Jika Anda tertarik untuk mengikuti jejak sukses Syahrul maka Anda perlu untuk membuat sebuah produk yang berbeda dan unggul dari semua yang ada di pasaran saat ini. Bagaimanapun banyaknya pesaing, produk yang unggul dan berkualitas akan selalu dicari.
Kamis, 19 Desember 2013
5 Fakta Unik dari Hewan yang Jarang di Ketahui
1. Lolongan Srigala Tidak Bergema

Sering kali dikisahkan bahwa srigala memilki suara yang menggema dengan ciri khas vibrasinya. Namun pada kenyataannya, srigala tidak memiliki suara bergema atau vibrasi. Gema dan vibrasi yang terdengar ternyata berasal dari komunikasi saling bersautan antara satu srigala dengan srigala lainnya saat berburu di hutan. Karena kawasan berburunya di daerah pegunungan, srigala melolong pada frekuensi yang tidak bergema untuk menkonfirmasi lokasi mereka saat berburu dan disambut komunikasi srigala lainnya.
2. Orangutan Alami Patah Tulang

Orangutan tampaknya melayang dari pohon ke pohon dengan relatif mudah, Tapi pada kenyataannya hampir semua orangutan mengalami jatuh yang serius. Setidaknya beberapa kali dalam hidup mereka. Hal itu membuktikan kenyataan bahwa 50 persen dari orangutan dewasa memiliki tulang retak di salah satu tempat di tubuh mereka.
3. Kerang Bertransgender

Setiap kerang lahir berjenis kelamin jantan. Untuk memerangi seksual yang tidak produktif, kerang telah mengembangkan kemampuan mengubah jenis kelamin mereka dari jantan menjadi betina Namun, sebelumnya kerang ini membuat penyesuaian yang serius untuk memastikan suksesnya transgender.
4. Burung Pelatuk Berkepala Lembut

Kita bisa melihat kebiasaan dari Burung Pelatuk saat melubangi pohon. Setiap detik ada 20 patukan yang dilakukan, sehingga kita berpikir burung pelatih memiliki kepala yang kuat untuk tetap bertahan hidup. Kenyataannya bahwa kepala burung pelatuk relatif lunak. Setiap burung lahir dengan lembut dan lehernya yang lentur seperti karet, sehingga memudahkan paruhnya mematuk pohon berulang-ulang.
5. Berat Kotoran dan Anak Gajah Sama

Kita mungkin sebelumnya tidak pernah memperhatikan berapa banyak jika seekor gajah membuang kotorannya. Dan pada kenyataanya saat seekor gajah dewasa membuang kotorannya beratnya sangat mengejutkan. Rata-rata mencapai 220 pon setiap harinya. Berat tersebut sama dengan berat gajah yang baru lahir yang umumnya antara 170-250 pon.
Langganan:
Postingan (Atom)